Besarnya Dosa Bersumpah Dengan Selain Allah
https://ahlussunnah-muna.blogspot.com/2015/04/besarnya-dosa-bersumpah-dengan-selain.html
وقَالَ ابْنُ
مَسْعُودٍ: (لَأَنْ أَحْلِفَ بِاللهِ كَاذِبًا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَحْلِفَ
بِغَيْرِهِ صَادِقًا(.
Ibnu
Mas’ûd berkata, “Sungguh, bersumpah palsu dengan nama Allah lebih aku sukai
daripada bersumpah benar dengan selain-Nya.”
Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu berkata: sumpahku dengan nama Allah
atas sesuatu, yang aku berdusta di dalamnya, lebih kusenangi daripada sumpahku
dengan selain Allah atas sesuatu, sedang aku jujur di dalamnya. Di sini, Ibnu
Mas’ûd lebih menguatkan sumpah dengan nama Allah dalam keadaan dusta daripada
sumpah dengan selain nama Allah dalam keadaan jujur. Karena, bersumpah dengan
nama Allah dalam kondisi (dusta) ini mengandung (nilai) kebaikan tauhid dan
kejelekan dusta, sedangkan bersumpah dengan selain Allah dalam keadaan jujur
mengandung kebaikan kejujuran dan kejelekan kesyirikan, padahal kebaikan tauhid
lebih agung daripada kebaikan kejujuran, demikian pula kejelekan kedustaan
lebih ringan daripada kejelekan kesyirikan.
Atsar ini menunjukkan tentang haramnya bersumpah dengan selain Allah.
Atsar ini menunjukkan tentang haramnya bersumpah dengan selain Allah.
Faedah Atsar
1. Diharamkannya bersumpah dengan selain Allah.
2. Bahwa syirik kecil dosanya lebih besar bila dibandingkan dengan
dosa-dosa besar, seperti dusta dan dosa-dosa besar lainnya.
3. Pembolehan melanggar salah satu di antara dua kejelekan yang
bahayanya/kerugiannya lebih sedikit apabila harus memilih salah satu di antara
keduanya.
4. Ketajaman (kedetailan) pemahaman Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu.
[Diringkas
dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]