Besarnya Dosa Bersumpah Dengan Selain Allah


وقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ: (لَأَنْ أَحْلِفَ بِاللهِ كَاذِبًا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَحْلِفَ بِغَيْرِهِ صَادِقًا(.
Ibnu Mas’ûd berkata, “Sungguh, bersumpah palsu dengan nama Allah lebih aku sukai daripada bersumpah benar dengan selain-Nya.”
Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu berkata: sumpahku dengan nama Allah atas sesuatu, yang aku berdusta di dalamnya, lebih kusenangi daripada sumpahku dengan selain Allah atas sesuatu, sedang aku jujur di dalamnya. Di sini, Ibnu Mas’ûd lebih menguatkan sumpah dengan nama Allah dalam keadaan dusta daripada sumpah dengan selain nama Allah dalam keadaan jujur. Karena, bersumpah dengan nama Allah dalam kondisi (dusta) ini mengandung (nilai) kebaikan tauhid dan kejelekan dusta, sedangkan bersumpah dengan selain Allah dalam keadaan jujur mengandung kebaikan kejujuran dan kejelekan kesyirikan, padahal kebaikan tauhid lebih agung daripada kebaikan kejujuran, demikian pula kejelekan kedustaan lebih ringan daripada kejelekan kesyirikan.
Atsar ini menunjukkan tentang haramnya bersumpah dengan selain Allah.

Faedah Atsar
1. Diharamkannya bersumpah dengan selain Allah.
2. Bahwa syirik kecil dosanya lebih besar bila dibandingkan dengan dosa-dosa besar, seperti dusta dan dosa-dosa besar lainnya.
3. Pembolehan melanggar salah satu di antara dua kejelekan yang bahayanya/kerugiannya lebih sedikit apabila harus memilih salah satu di antara keduanya.
4. Ketajaman (kedetailan) pemahaman Ibnu Mas’ûd radhiyallâhu ‘anhu.
[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Related

Akidah 7321857975352603085

Posting Komentar

emo-but-icon

Hot in Week

Recent

Comments

Jernihkan Pendengaran Anda

Download Ebook Kaidah Asmaul Husna

Download Ebook Fatwa Seputar Bulan Sya'ban

item